News . 24/05/2026, 06:37 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Selain itu, KNKT menemukan bahwa indikator transmisi pada kendaraan cukup sulit terlihat pada siang hari, yang diduga ikut memengaruhi respons pengemudi saat situasi panik.
Peristiwa nahas ini terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026. Awalnya, sebuah KRL rute Bekasi–Jakarta berhenti karena terdapat taksi Green SM yang tersangkut di perlintasan rel.
Di saat bersamaan, dari arah belakang melaju Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang kemudian menghantam rangkaian Commuter Line di depannya.
Benturan keras menyebabkan salah satu gerbong perempuan mengalami kerusakan parah dan menimbulkan kepanikan penumpang.
Hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa faktor human error diduga menjadi penyebab utama insiden tragis tersebut, bukan kerusakan kendaraan seperti yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media