News . 24/05/2026, 14:34 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Banyak orang yang berhenti untuk menyaksikan kejadian nahas tersebut.
"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," imbuh Dudy.
Sementara itu, di jalur berlawanan, KRL 5568A yang melayani rute Jakarta-Cikarang diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.45 WIB.
KRL ini menuju Stasiun Bekasi Timur dan mengalami keterlambatan perjalanan selama delapan menit.
KRL yang menuju Cikarang ini akhirnya tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB, terlambat sembilan menit dari jadwal seharusnya.
Saat itu, KRL 5568A sempat melanjutkan perjalanan dari Stasiun Bekasi Timur.
Namun, lajunya terhenti mendadak.
Penyebabnya adalah kerumunan warga yang memadati jalur di depannya, mereka masih terpaku menyaksikan kejadian taksi yang tertabrak KRL.
"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut," jelas Dudy.
Puncak tragedi terjadi pada pukul 20.52 WIB.
KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB, tiga menit lebih awal dari jadwal.
Kereta cepat ini melaju dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam.
Kemudian, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL 5568A yang berhenti di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
"Tumburan terjadi pada jam 20.52 WIB," tegas Dudy.
Akibat tabrakan maut ini, sedikitnya 16 orang dilaporkan meninggal dunia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media