News . 24/05/2026, 11:26 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Ringkasan :
fin.co.id - Tragedi kelam yang merenggut 16 nyawa akibat tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada 27 April 2026, kini mulai menemui titik terang.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru saja membeberkan sejumlah fakta awal yang mengkhawatirkan dalam rapat bersama Komisi V DPR RI pada Kamis, 21 Mei 2026.
Temuan KNKT ini mengungkap adanya persoalan serius dan berlapis yang berkontribusi pada kecelakaan mengerikan tersebut.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami dan belum menyimpulkan penyebab utama kecelakaan.
Namun, data faktual yang dipaparkan jelas menggambarkan betapa kompleksnya situasi yang terjadi malam itu.
Kecelakaan ini menjadi sorotan tajam karena bukan disebabkan oleh satu kesalahan tunggal, melainkan rangkaian masalah sistemik yang terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat, kurang dari empat menit.
Berikut adalah delapan fakta awal temuan KNKT terkait kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Bekasi Timur yang perlu Anda ketahui:
Salah satu temuan paling mencolok adalah indikasi bahwa KA Argo Bromo Anggrek tiba tiga menit lebih cepat dari jadwal yang seharusnya.
Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengungkapkan bahwa kedatangan kereta tersebut tidak sesuai dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).
"Ini Gapeka yang kami tampilkan bahwa KA Bromo Anggrek lebih cepat 3 menit dari waktu kedatangan di stasiun Bekasi Timur," ungkap Soerjanto, dikutip dari YouTube TVR Parlemen.
Pernyataan ini langsung memicu pertanyaan dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media