News . 24/05/2026, 11:26 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
"Tidak patuh dengan GAPEKA berarti pergerakan kereta ini?" tanya Lasarus penasaran.
Meskipun demikian, KNKT belum memberikan kesimpulan pasti mengenai implikasi dari temuan ini.
"Kami akan analisa lebih lanjut," jawab Soerjanto singkat.
Fakta lain yang tak kalah mengagetkan adalah kondisi sinyal keberangkatan KA Argo Bromo Anggrek.
Sinyal tersebut terpantau tetap berwarna hijau, padahal sebelumnya telah terjadi insiden tabrakan antara KRL dan taksi listrik di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur.
Menurut KNKT, pada pukul 20.50 WIB, KA Argo Bromo Anggrek bergerak di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar yang ber-aspek hijau.
"KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 ber-aspek hijau atau berwarna hijau," jelas Soerjanto.
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar.
"Harusnya merah kan Pak ya? karena di depan ada obstacle," ujar Lasarus heran.
Namun, KNKT kembali menekankan bahwa analisis penyebabnya masih dalam proses.
"Nanti kami jelaskan berikutnya.
Pada presentasi saat ini kami hanya menyajikan data faktual, tidak terdapat analisis dan tidak ada kesimpulan terhadap penyebab terjadinya kecelakaan," tegas Soerjanto.
KNKT juga mengungkap bahwa masinis KA Argo Bromo Anggrek sebenarnya telah berupaya mengerem laju keretanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media