News . 24/05/2026, 11:26 WIB

Sederet Temuan KNKT Tragedi Tabrakan Maut KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

KNKT menambahkan, jika masinis melakukan pengereman secara maksimal, kereta kemungkinan besar bisa berhenti sebelum lokasi tabrakan.

"Kalau dia melakukan pengereman secara maksimal, itu kira-kira kurang lebih antara 900 sampai 1.000 meter Pak," beber Soerjanto.

5. Jeda Dua Kecelakaan Sangat Singkat

KNKT membeberkan bahwa rentang waktu antara kecelakaan taksi listrik dengan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek sangatlah singkat.

Hanya terpaut 3 menit 43 detik!

"Jadi, memang cukup singkat antara tabrakan 5181 dengan tabrakan Argo Bromo 3 menit 43 detik Pak," ungkap Soerjanto.

Data KNKT mencatat tabrakan pertama antara KRL dan taksi listrik terjadi pada pukul 20.48.29 WIB.

Sementara benturan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL terjadi pada pukul 20.52.12 WIB.

Dalam waktu yang super singkat ini, situasi di lokasi berubah menjadi sangat kacau.

Kerumunan warga muncul di sekitar jalur setelah kecelakaan pertama.

Bahkan, KRL 5568A sempat bergerak pendek sejauh 1,69 meter sebelum akhirnya berhenti karena masinis melihat kerumunan di jalur.

"KA 5568 setelah naik turun penumpang berjalan 1,69 meter, jadi cuma pendek saja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu," ungkapnya.

6. Desain Sistem Sinyal Stasiun Bekasi yang Membingungkan

Fakta lain yang terungkap adalah persoalan desain sistem pengaturan perjalanan kereta di area Bekasi.

Menurut KNKT, petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) di Stasiun Bekasi hanya bertanggung jawab sampai titik 14T, yaitu sebelum Stasiun Bekasi Timur.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com