Lifestyle . 28/05/2026, 08:09 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Ringkasan :
fin.co.id - Momen Hari Raya Idul Adha memang selalu dinanti. Setelah menyembelih hewan kurban dan berbagi kebahagiaan, ada satu periode penting yang menanti umat Islam, yaitu hari Tasyrik. Banyak yang penasaran kapan sebenarnya hari istimewa ini jatuh di tahun 2026, dan amalan apa saja yang paling disukai Allah SWT pada masa itu. Jangan sampai ketinggalan informasi krusial ini, karena hari Tasyrik adalah kesempatan emas untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta!
Hari Tasyrik bukan sekadar hari biasa dalam kalender Hijriah. Ia merupakan bagian tak terpisahkan dari syiar Islam yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Momen ini hadir sebagai pengingat untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan, terutama setelah menjalankan ibadah kurban yang penuh berkah. Namun, tahukah kamu? Ada satu aturan penting yang harus diingat: dilarang berpuasa pada hari-hari Tasyrik!
Pemerintah melalui sidang isbat telah memberikan kabar gembira mengenai penetapan awal bulan Zulhijah 1447 Hijriah. Pemerintah menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026.
Ini berarti, Hari Raya Idul Adha 1447 H, yang jatuh pada tanggal 10 Zulhijah, akan dirayakan umat Islam pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Nah, berdasarkan penetapan tersebut, kamu perlu mencatat baik-baik jadwal hari Tasyrik 1447 H:
Hari Tasyrik pertama akan dimulai pada Kamis, 28 Mei 2026, yang bertepatan dengan 11 Zulhijah 1447 H.
Kemudian, hari Tasyrik kedua jatuh pada Jumat, 29 Mei 2026, yaitu 12 Zulhijah 1447 H.
Dan hari Tasyrik ketiga, penutup rangkaian, akan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026, yang merupakan tanggal 13 Zulhijah 1447 H.
Jadi, siapkan dirimu untuk menyambut tiga hari penuh keberkahan ini dari tanggal 28 hingga 30 Mei 2026!
Istilah "tasyrik" sendiri memiliki akar kata dari bahasa Arab yang konon merujuk pada sebuah tradisi di masa lalu. Para sahabat dan umat Islam pada zaman Rasulullah SAW seringkali mengawetkan daging kurban dengan cara memotong-motongnya lalu menjemur di bawah terik matahari. Aktivitas pengawetan daging ini disebut sebagai "tasyriq al-lahm".
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media