Lifestyle . 28/05/2026, 08:09 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Karena kebiasaan tersebut dilakukan pada hari-hari setelah Idul Adha, maka tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah kemudian dikenal luas sebagai hari Tasyrik.
Lebih dari sekadar tradisi pengawetan daging, hari Tasyrik memegang makna spiritual yang mendalam. Ini adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk menikmati hidangan yang Allah SWT berikan, khususnya daging kurban yang melimpah. Rasulullah SAW sendiri dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim menegaskan, "Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah."
Pesan ini sangat jelas: jangan berpuasa! Hadis lain dari 'Amr bin Al-'Ash RA juga menguatkan, "Hari-hari Tasyrik adalah hari-hari ketika Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berbuka dan melarang kami berpuasa." Karenanya, larangan berpuasa pada tiga hari ini berlaku umum, baik untuk puasa sunnah maupun jenis puasa lainnya, kecuali ada kondisi darurat yang diatur dalam fikih haji.
Hikmah di balik larangan berpuasa ini sangatlah indah. Umat Islam diajak untuk merasakan nikmat Allah secara langsung, merayakan karunia-Nya, dan mempererat tali silaturahmi melalui hidangan bersama keluarga serta kerabat. Ini adalah momen berbagi kebahagiaan dan memperkuat ikatan sosial.
Meskipun puasa dilarang, hari Tasyrik justru menjadi ajang untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Ada banyak amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan utama yang ditekankan adalah memperbanyak dzikir. Dzikir tidak hanya terbatas pada bacaan tertentu, tapi mencakup berbagai bentuk ibadah lisan dan hati.
Pertama, jangan lupa perbanyak takbir! Mengumandangkan takbir setelah salat fardu maupun di setiap kesempatan adalah cara yang luar biasa untuk syiar kebesaran Allah, terutama setelah kita selesai menjalankan rangkaian ibadah Idul Adha.
Kedua, jadikan hari Tasyrik sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an. Membaca, merenungi, dan memahami ayat-ayat suci adalah bentuk dzikir yang paling mulia, yang dapat mempertebal keimanan dan mempererat hubungan kita dengan Sang Pencipta.
Ketiga, perbanyaklah berdoa. Di hari-hari yang mulia ini, jangan sia-siakan kesempatan untuk memohon ampunan, keberkahan hidup, kesehatan, rezeki yang halal, serta keselamatan di dunia dan akhirat. Doa adalah senjata orang beriman!
Keempat, jangan lupakan pentingnya menjalin silaturahmi. Kumpulkan keluarga, kunjungi orang tua, saudara, tetangga, dan sahabat. Momen berkumpul ini bukan hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kebersamaan.
Kelima, sebarkan kebaikan dengan bersedekah dan berbagi. Semangat Idul Adha dalam berbagi harus terus berlanjut. Memberikan makanan kepada yang membutuhkan, membantu sesama, dan berbagi kebahagiaan adalah amalan yang sangat dicintai Allah SWT.
Al-Qur'an sendiri dalam Surah Al-Baqarah ayat 200 mengingatkan kita, "Apabila kamu telah menyelesaikan manasik (rangkaian ibadah) haji, berzikirlah kepada Allah sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyangmu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Diantara manusia ada yang berdoa 'Ya Tuhan Kami, berikanlah kami (kebaikan) di dunia', sedangkan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun" Ayat ini menegaskan betapa pentingnya dzikir setelah menyelesaikan serangkaian ibadah, termasuk setelah Idul Adha dan pada hari-hari Tasyrik.
Jadi, mari manfaatkan hari Tasyrik 2026 ini dengan penuh ketaatan. Jadikan tiga hari setelah Idul Adha sebagai puncak keberkahan, dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, berdoa, bersedekah, dan mempererat tali silaturahmi. Jangan sampai terlewatkan!
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media