News . 02/06/2026, 11:34 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kepanikan melanda warga Karawang pada Selasa (2/6/2026) pagi ketika ribuan ikan mati mendadak ditemukan mengambang di sepanjang Sungai Irigasi BTuB2/CKM, tepatnya di kawasan Leuweung Seureuh.
Fenomena mengerikan ini sontak saja membuat warga sekitar cemas bukan kepalang.
Mereka khawatir ada zat berbahaya yang mencemari aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi ekosistem di sana.
Situasi darurat ini tidak dibiarkan berlarut-larut.
Menindaklanjuti laporan warga yang resah, tim gabungan dari Satgas Citarum Harum Sektor 10 dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang bergerak cepat.
Mereka langsung terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan lapangan.
Tujuannya jelas: mengidentifikasi titik awal dugaan pencemaran yang menyebabkan kematian massal ikan tersebut.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Penataan Peraturan DLH Kabupaten Karawang, Luki Mantera Dwi Putra Romly, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani masalah ini.
"Kami bersama Satgas Citarum Harum Sektor 10 langsung melakukan pengecekan dan penelusuran setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya ikan mati di aliran sungai wilayah Leuweung Seureuh," ujar Luki.
Langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pengawasan dan pengendalian pencemaran lingkungan.
Lebih penting lagi, ini merupakan respons sigap terhadap aduan masyarakat yang mendesak kepastian dan solusi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media