News . 02/06/2026, 11:34 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Menurut keterangan mereka, kematian ikan mulai terlihat pada Senin (1/6/2026) malam, sekitar pukul 22.30 WIB.
Kondisi memprihatinkan ini terus berlanjut hingga Selasa pagi (2/6/2026) pukul 06.30 WIB, di mana bangkai ikan masih ditemukan mengambang di berbagai titik aliran sungai.
"Menurut informasi dari masyarakat, ikan mulai mati sekitar pukul 22.30 WIB dan masih ditemukan hingga pagi hari saat dilakukan pemeriksaan lapangan," ungkap Luki.
Selama proses penelusuran, tim gabungan menyisir setiap jengkal aliran sungai.
Mereka berupaya keras untuk menemukan potensi sumber pencemaran yang diduga kuat menjadi biang keladi tragedi ini.
Namun, hingga pemeriksaan lapangan selesai dilakukan, belum ada sumber pencemaran yang teridentifikasi secara langsung dan pasti.
"Penelusuran yang kami lakukan belum menemukan secara langsung sumber pencemaran yang menyebabkan ikan mati di aliran sungai tersebut," katanya dengan nada prihatin.
Meskipun belum ada bukti konkret, dugaan sementara mulai mengarah pada satu titik.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari warga, ada indikasi kuat bahwa pencemaran berasal dari wilayah sekitar Leuweung Seureuh.
Untuk memastikan kebenaran dugaan ini dan menguak misteri di balik kematian ikan massal, DLH Karawang bersama Satgas Citarum Harum tidak akan tinggal diam.
Mereka akan terus melakukan pemantauan intensif dan pendalaman lebih lanjut.
"Kami akan terus melakukan pengawasan dan penelusuran untuk memastikan sumber permasalahan ini sehingga langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan," pungkas Luki dengan tekad bulat.
Masyarakat Karawang kini menanti kabar baik dan tindakan nyata dari pihak berwenang.
Mereka berharap agar akar permasalahan pencemaran ini segera ditemukan dan penanganan cepat dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan sungai. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media