News . 02/06/2026, 11:34 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Selama pemeriksaan awal, petugas DLH langsung melakukan pengujian kualitas air.
Salah satu parameter krusial yang diperiksa adalah derajat keasaman (pH).
Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus sedikit melegakan.
Nilai pH air di lokasi ditemukan berada pada angka 6.
"Hasil pengujian pH menunjukkan angka 6.
Nilai tersebut masih berada dalam rentang baku mutu yang dipersyaratkan, yaitu antara 6 sampai 9," jelas Luki.
Artinya, secara kasat mata, kondisi keasaman air belum mencapai ambang batas berbahaya.
Namun, tim gabungan tidak berhenti sampai di situ.
Mereka sadar betul bahwa pH bukanlah satu-satunya penentu kualitas air.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, sampel air dari saluran TUB akan segera diambil.
Sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium lingkungan untuk diuji lebih lanjut sebagai bahan analisa mendalam.
Meskipun hasil uji pH awal menunjukkan kondisi air masih memenuhi baku mutu, tim gabungan menghadapi tantangan besar.
Mereka belum bisa menyimpulkan penyebab pasti dari kematian ikan yang terjadi secara masif dan mendadak ini.
Informasi dari warga setempat memberikan gambaran waktu kejadian yang cukup jelas.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media