Program MBG Dituding Punya Masalah Tata Kelola: Dapur Sekolah Dihentikan Mendadak, Siapa Dalangnya?
Masalah utama yang dihadapi program MBG ternyata lebih banyak berkutat pada implementasi di lapangan, bukan pada konsep program itu sendiri yang dinilai jelek.
“Ini harus kita luruskan duduk perkaranya.
Semua masalah MBG yang saya lihat dan dengar terletak pada proses pelaksanaannya di lapangan, bukan karena programnya itu sendiri yang buruk atau tidak relevan,” ujar Tamsil.
Ia juga menyoroti adanya pandangan yang keliru bahwa program MBG tidak boleh dikritik karena dianggap sebagai program strategis nasional.
Menurut Tamsil, justru kritik yang bersifat membangun sangat dibutuhkan agar program ini dapat berjalan lebih baik lagi ke depannya.
“MBG memiliki efek berganda (multiplier effect) yang luar biasa bagi masyarakat.
Jika memang ada masalah dalam pelaksanaannya, sudah seharusnya kita perbaiki karena memang faktanya ada kendala.
Program ini juga secara langsung bertujuan untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Tamsil Linrung menyatakan dukungan penuh terhadap setiap langkah yang diambil untuk memperbaiki aspek operasional MBG.
Ia memandang program ini sebagai bagian integral dari agenda ekonomi kerakyatan yang menjadi visi utama Presiden Prabowo Subianto.
Bersama program-program unggulan lainnya seperti koperasi merah putih, kampung nelayan, dan rumah subsidi, MBG hadir untuk memperkuat fondasi kemandirian ekonomi nasional.
Tamsil meyakini, berbagai program strategis yang dijalankan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo ini akan mampu mengakselerasi kemajuan bangsa secara signifikan.
“Di balik semua program strategis ini, tersimpan niat tulus untuk mempercepat kemajuan bangsa.
Presiden Prabowo memiliki niat yang murni untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkas Tamsil Linrung. (*)