News . 23/06/2026, 15:32 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Dalam visi ini, Arab Saudi menargetkan kuota tampung jemaah haji hingga lima juta orang.
Ini berarti peningkatan dua kali lipat lebih dari kondisi riil kuota global saat ini yang baru mencapai 1,7 juta orang.
Abdul Wachid mengingatkan kita akan dampak serius jika target ini benar-benar terealisasi.
Dengan asumsi kurs yang berlaku saat ini, pada tahun 2030, Indonesia minimal harus mengalokasikan dana operasional haji sebesar Rp40 triliun.
Ini adalah tantangan yang luar biasa besar dan harus kita persiapkan dari sekarang.
Jika tidak, kita bisa menghadapi krisis finansial dalam penyelenggaraan ibadah haji di masa depan.
Oleh karena itu, dukungan terhadap penyesuaian setoran awal haji ini bukan hanya demi BPKH, tapi juga demi keberlangsungan ibadah haji bagi seluruh umat Muslim Indonesia.
Ini adalah investasi masa depan yang sangat penting.
Bagaimana menurut Anda?
Apakah Anda siap menyambut perubahan ini demi ibadah yang lebih baik di masa depan?
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media