News . 13/05/2026, 20:28 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan rotasi dua pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal percepatan program strategis daerah, terutama di sektor ketenagakerjaan dan pariwisata.
Dalam rotasi tersebut, Dzikron resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi. Sementara itu, Nadih Arifin dipercaya memimpin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi.
Tri Adhianto menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh. Karena itu, ia meminta seluruh pejabat bergerak cepat menyelesaikan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.
“Percepatan menyelesaikan tantangan harus dilakukan. Jangan jadikan amanah ini sebagai zona nyaman. Kita akan terus lakukan evaluasi untuk memberikan challenge yang lebih,” ujar Tri.
Dalam arahannya, Tri memberi perhatian khusus kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja yang baru. Ia meminta Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi segera merealisasikan program pemberangkatan tenaga kerja lokal ke luar negeri.
Tri bahkan menetapkan target waktu yang cukup ketat. Dalam tiga bulan ke depan, Dinas Tenaga Kerja diminta menunjukkan langkah konkret terkait realisasi program tersebut.
Menurutnya, peluang kerja bagi masyarakat Bekasi tidak boleh hanya berfokus pada pasar domestik. Pemerintah daerah juga harus mampu membuka akses kerja internasional bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan kesiapan bersaing.
“Tahun lalu target pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri masih gagal karena arahnya masih ragu-ragu. Tahun ini harus diselesaikan sesuai RPJMD,” tegasnya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Pemkot Bekasi ingin lebih agresif membuka peluang kerja baru di tengah persaingan pasar tenaga kerja yang semakin ketat.
Tri mengungkapkan bahwa angka pengangguran di Kota Bekasi mulai mengalami penurunan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap harus bergerak cepat untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
Ia menilai tantangan ketenagakerjaan tidak hanya soal jumlah lowongan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia yang tersedia.
Menurut Tri, masih banyak lulusan sekolah menengah atas maupun sekolah kejuruan yang belum siap bersaing secara kompetitif di dunia industri maupun pasar kerja internasional.
Kondisi tersebut membuat peningkatan keterampilan tenaga kerja menjadi salah satu fokus utama Pemkot Bekasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media