News . 13/05/2026, 20:28 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi membuka ruang pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Program pelatihan itu diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan keterampilan masyarakat agar lebih siap masuk dunia kerja.
Tri menilai keberadaan BLK menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan tenaga kerja yang siap pakai dan mampu bersaing dengan daerah lain.
“Kita lakukan pembinaan melalui BLK agar tenaga kerja kita siap pakai dan mampu bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya.
Selain itu, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi pekerjaan juga terlihat dari banyaknya pertanyaan warga melalui media sosial pribadi maupun kanal resmi pemerintah daerah.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan lapangan kerja masih menjadi perhatian utama masyarakat Kota Bekasi.
Tidak hanya sektor ketenagakerjaan, Tri Adhianto juga memberikan perhatian serius pada sektor pariwisata dan kebudayaan.
Kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang baru, Tri meminta agar ruang dan fasilitas bagi pelaku seni budaya tidak hanya dinikmati kelompok tertentu saja.
Ia ingin pengembangan sektor budaya dilakukan lebih terbuka dan progresif sehingga mampu melibatkan lebih banyak komunitas kreatif di Kota Bekasi.
“Passion pariwisata dan budaya harus mampu berkolaborasi. Ruang dan tempat yang diberikan kepada penggiat kebudayaan jangan hanya untuk orang itu-itu saja. Harus lebih progresif lagi,” katanya.
Tri juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan sektor lain yang terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media