News . 13/05/2026, 09:22 WIB

TPST Bantargebang Jadi Sorotan Dunia, Emisi Metana Nomor 2 Terbesar Global Bikin Warga Bekasi Terancam!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - TPST Bantargebang kembali menjadi perhatian internasional setelah laporan Institut Emmett di Fakultas Hukum UCLA menempatkan lokasi pembuangan sampah terbesar di Indonesia itu sebagai penghasil emisi gas metana terbesar kedua di dunia.

Dalam laporan tersebut, TPST Bantargebang tercatat mengeluarkan emisi metana sekitar 6,3 ton per jam. Angka itu hanya berada di bawah TPA Campo de Mayo di Buenos Aires Province, Argentina, yang menghasilkan emisi 7,6 ton per jam.

Temuan tersebut langsung memicu kekhawatiran soal dampak kesehatan dan lingkungan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan Bantargebang, Kota Bekasi.

Dinkes Bekasi Akui Gas Metana Berbahaya untuk Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengakui emisi gas metana dari TPST Bantargebang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

"Tentunya akan mempengaruhi kami ya, karena itu kan gas berbahaya. Pastinya berhubungan dengan pernapasan ya," kata Satia di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Satia, Pemerintah Kota Bekasi selama ini sudah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang tinggal di sekitar TPST Bantargebang. Langkah itu dilakukan karena risiko kesehatan dinilai lebih tinggi dibanding wilayah lain.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi memberikan vitamin kepada warga sekitar serta memperkuat layanan kesehatan di kawasan tersebut.

"Upaya itu juga ada pemberian vitamin untuk masyarakat sekitar, terus pelayanan kesehatannya juga lebih banyak, jadi memang di daerah Bantargebang kami memberikan pelayanan khusus dibandingkan yang lain," jelasnya.

PSEL Diharapkan Jadi Solusi Kurangi Emisi Metana

Satia juga berharap pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dapat membantu mengurangi dampak gas metana yang terus meningkat di TPST Bantargebang.

Selain itu, ia menilai kebiasaan memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik juga menjadi langkah penting untuk menekan penumpukan sampah.

"Sekarang gimana caranya kami memilah sampah, karena sampah itu kan tidak bisa mengurai, banyak yang bisa kami lakukan dengan memilah sampah, mengurangi penggunaan sampah plastik, selain itu kan juga mudah-mudahan kerja sama dengan danantara PSEL itu bisa dilakukan," ujar Satia.

Forkads Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih TPST Bantargebang

Di tengah sorotan internasional tersebut, Forum Koalisi Aktivis untuk Darurat Sampah (Forkads) mendesak pemerintah pusat segera mengambil alih pengelolaan TPST Bantargebang.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com