Canggih di Zamannya! Kereta Turbojet SVL: Eksperimen Gila Uni Soviet yang Tembus 250 Km/Jam Pakai Mesin Jet Pesawat
Kereta turbojet SVL buatan Uni Soviet pernah melesat hingga 250 km/jam memakai mesin jet pesawat Yak-40. - Dok. IG pitravelers_idn -
fin.co.id - Jauh sebelum era kereta cepat modern berkembang seperti sekarang, Uni Soviet ternyata sudah lebih dulu melakukan eksperimen ekstrem di dunia perkeretaapian. Pada tahun 1970, para insinyur Soviet menciptakan kereta turbojet SVL, sebuah kendaraan rel eksperimental yang menggunakan mesin jet pesawat untuk melesat di atas jalur kereta.
Proyek ambisius tersebut bukan sekadar uji coba biasa. Para peneliti ingin mengetahui sejauh mana rel kereta, roda, serta stabilitas kendaraan mampu bertahan ketika dipacu dalam kecepatan sangat tinggi.
Kereta Turbojet SVL Bukan Kereta Biasa
Berbeda dengan kereta konvensional yang mengandalkan putaran roda sebagai sumber tenaga utama, kereta turbojet bekerja menggunakan dorongan mesin jet layaknya pesawat terbang.
Konsep ini membuat kereta melaju dengan daya dorong langsung dari mesin turbojet, bukan dari sistem penggerak roda seperti lokomotif biasa ataupun kereta berbasis turbin gas.
Dalam proyek SVL, para insinyur Uni Soviet mengambil gerbong standar ER22 yang biasanya digunakan sebagai rangkaian kereta listrik. Setelah itu, mereka memasang dua mesin jet milik pesawat Yak-40 di bagian atas gerbong.
Hasilnya terlihat futuristis sekaligus ekstrem. Kereta tersebut berubah menjadi laboratorium berjalan berkecepatan tinggi.
Dirancang untuk Menguji Batas Kecepatan Kereta
SVL tidak dibuat untuk layanan penumpang umum. Uni Soviet merancang kendaraan tersebut khusus sebagai sarana penelitian teknologi kereta cepat.
Para peneliti ingin mempelajari bagaimana perilaku roda, rel, dan kestabilan kereta ketika dipacu jauh melampaui batas operasional normal.
Selama pengujian, kereta turbojet SVL mampu mencapai kecepatan sekitar 250 kilometer per jam atau sekitar 160 mph. Angka tersebut tergolong luar biasa pada era 1970-an.
Kereta eksperimental itu memiliki panjang sekitar 28 meter dengan bobot mencapai 54,4 ton, termasuk 7,4 ton bahan bakar.
Jika penelitian berjalan sukses, Uni Soviet sempat mempertimbangkan penggunaan kendaraan turbojet untuk menarik layanan ekspres “Russian Troika”.
Amerika Serikat Juga Pernah Mengembangkan Kereta Jet
Eksperimen kereta bertenaga jet ternyata tidak hanya dilakukan Uni Soviet. Amerika Serikat lebih dulu mencoba konsep serupa melalui proyek M-497 Black Beetle milik New York Central Railroad pada 1966.