News . 14/05/2026, 11:42 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
Menurut Markum, hingga saat ini belum ditemukan kasus PMK pada hewan kurban di wilayah Kota Bekasi.
“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada temuan PMK. Kami juga rutin melakukan vaksinasi sejak awal,” tambahnya.
Sebagai bentuk kesiapan menghadapi Idul Adha, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, secara resmi melepas Tim Terpadu Penyelenggaraan Kurban 2026 di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pada Senin (11/5/2026).
Tim lintas sektoral tersebut terdiri dari berbagai unsur, di antaranya:
Keterlibatan dokter hewan dan kader zoonosis dinilai penting untuk mendeteksi penyakit hewan yang berpotensi menular ke manusia, seperti PMK maupun lumpy skin disease (LSD).
Junaedi menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di lapak penjualan, tetapi juga saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung.
Petugas akan melakukan:
Pemeriksaan Ante-Mortem: Pemeriksaan sebelum hewan dipotong untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatannya layak kurban.
Pemeriksaan Post-Mortem: Pemeriksaan organ dalam setelah penyembelihan guna memastikan daging bebas parasit dan penyakit berbahaya.
“Kami ingin memberikan rasa aman bagi masyarakat saat beribadah kurban dan memastikan daging yang dibagikan benar-benar layak konsumsi,” kata Junaedi.
Pemkot Bekasi meminta para pedagang hewan kurban bersikap kooperatif selama pemeriksaan berlangsung serta memastikan seluruh hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Selain itu, panitia kurban di masjid dan lingkungan warga juga diimbau menjaga kebersihan area penyembelihan serta mengelola limbah kurban dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Dengan pengawasan ketat ini,
Pemkot Bekasi berharap pelaksanaan Idul Adha 2026 dapat berjalan aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media