QS 2026 Ungkap Fakta Mengejutkan! School of Design BINUS Jadi Kampus Desain Paling Dipercaya Industri
School of Design BINUS raih peringkat 2 Indonesia versi QS 2026 dan jadi kampus desain paling dipercaya industri kreatif.
fin.co.id - Prospek karier di industri kreatif kembali menjadi sorotan setelah School of Design BINUS University meraih posisi kedua di Indonesia dalam indikator Employer Reputation versi QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Art & Design.
Pencapaian ini menjadi sinyal kuat bahwa dunia desain kini tidak lagi dipandang sekadar soal estetika. Industri mulai menempatkan desain sebagai bagian penting dalam strategi bisnis dan pertumbuhan perusahaan.
Di tengah perkembangan teknologi dan kehadiran AI generatif, kebutuhan terhadap desainer juga berubah drastis. Perusahaan kini mencari talenta kreatif yang mampu berpikir strategis, memahami kebutuhan pengguna, serta mengambil keputusan bisnis melalui pendekatan desain.
Desain Kini Jadi Senjata Bisnis Perusahaan Global
Perubahan besar dalam industri desain terlihat jelas dalam satu dekade terakhir. Jika sebelumnya desain hanya identik dengan visual menarik, kini perannya berkembang menjadi fungsi bisnis yang strategis.
Penelitian McKinsey selama lima tahun terhadap ratusan perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan yang menempatkan desain sebagai inti operasional bisnis mampu tumbuh 32 persen lebih cepat dibanding rata-rata industri.
Tidak hanya itu, perusahaan berbasis desain juga menghasilkan total pengembalian kepada pemegang saham hingga 56 persen lebih tinggi.
Transformasi tersebut semakin kuat dengan hadirnya AI generatif. Saat produksi aset visual dapat dilakukan lebih cepat menggunakan teknologi, nilai seorang desainer kini bergeser pada kemampuan berpikir kritis, memimpin proses kreatif, dan menyusun solusi yang berdampak langsung pada bisnis.
Industri Kreatif Indonesia Tumbuh Pesat
Indonesia saat ini berada di tengah pertumbuhan industri kreatif yang signifikan. Sektor ini mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto sebesar 6,57 persen sepanjang 2024 atau melampaui pertumbuhan PDB nasional.
Selain itu, nilai ekspor produk kreatif mencapai USD 26,68 miliar dalam sepuluh bulan pertama 2025.
Pertumbuhan juga terlihat dari pasar platform pengalaman digital yang diproyeksikan meningkat dengan CAGR 25,05 persen hingga 2032.
Di balik pertumbuhan tersebut, industri menghadapi tantangan besar dalam mencari desainer yang tidak hanya menguasai alat visual, tetapi juga mampu menerjemahkan riset pengguna menjadi solusi bisnis nyata.
Perusahaan juga membutuhkan talenta kreatif yang mampu berkolaborasi dengan pengembang, tim pemasaran, hingga memimpin keputusan kreatif dengan argumentasi yang kuat.