News . 16/05/2026, 20:09 WIB

Pajak Mobil Listrik Dibedakan dari Kendaraan BBM, Pengamat Ungkap Dampaknya ke Impor BBM RI

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

Ia juga menilai pemerintah perlu menyusun roadmap pengurangan subsidi BBM secara bertahap agar harga bahan bakar bisa mencerminkan biaya sebenarnya.

Tantangan Transisi Kendaraan Listrik Masih Besar

Ke depan, Iwa memproyeksikan kebijakan insentif kendaraan listrik akan terus berlanjut seiring target Net Zero Emission 2060 dan upaya pemerintah mengurangi beban subsidi energi dalam APBN.

Meski demikian, sejumlah tantangan besar masih membayangi proses transisi energi nasional. Mulai dari potensi penurunan pendapatan pajak daerah dari kendaraan BBM, kesiapan jaringan listrik nasional, hingga dampak terhadap tenaga kerja di industri otomotif konvensional.

“Pembedaan pajak adalah policy lever yang tepat untuk kick-start adopsi EV. Tapi untuk benar-benar mengurangi ketergantungan BBM, EV harus dilihat sebagai bagian dari energy transition system, bukan sekadar produk otomotif,” ujar Iwa.

Menurutnya, keberhasilan transisi kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh jumlah EV yang beredar di jalan, tetapi juga oleh kesiapan ekosistem energi nasional secara menyeluruh. - Nungki Kartika Sari

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com