News . 17/05/2026, 13:09 WIB
Penulis : Gatot Wahyu | Editor : Gatot Wahyu
fin.co.id - Kabupaten Bekasi tak main-main dalam urusan ketenagakerjaan. Pemerintah daerah kini mematangkan rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Ketenagakerjaan yang melibatkan berbagai unsur penting.
Langkah ambisius ini digagas demi memperkuat tata kelola sektor vital ini dan diharapkan mampu menjadi solusi jitu bagi setiap persoalan yang muncul di lapangan.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, secara tegas menyampaikan komitmen ini. Ia memaparkan bahwa Satgas Ketenagakerjaan ini nantinya akan menjadi ruang kolaboratif. Ruang ini dirancang khusus untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan komunikasi, serta menyelesaikan problematika ketenagakerjaan secara lebih terintegrasi. Dengan demikian, koordinasi lintas sektor akan semakin kokoh.
Pembentukan Satgas Ketenagakerjaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi. Asep Surya Atmaja menggarisbawahi pentingnya keterlibatan berbagai pihak. Unsur pemerintah, perwakilan pekerja, akademisi, media, hingga seluruh _stakeholder_ terkait akan duduk bersama dalam satu wadah.
Tujuannya jelas: menciptakan sinergi yang kuat. Pengawasan yang lebih efektif, komunikasi yang lebih lancar, dan penyelesaian masalah yang lebih terpadu menjadi target utama. Ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah langkah strategis untuk menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih kondusif di Kabupaten Bekasi.
Pernyataan Asep Surya Atmaja ini disampaikan saat ia menghadiri Musyawarah Unit Kerja (Musnik) ke-10 Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen (SPAMK) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT Aisin Indonesia. Acara yang bertempat di Holiday Inn Jababeka, Cikarang Selatan, pada Sabtu (16/5/2026) lalu, menjadi saksi bisu pengumuman penting ini.
"Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor melalui rencana pembentukan Satgas Ketenagakerjaan yang melibatkan unsur pemerintah, pekerja, akademisi, media, dan _stakeholder_ terkait lainnya," tegas Asep Surya Atmaja.
Selain fokus pada Satgas Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan dunia usaha. Salah satu fokus utamanya adalah pemanfaatan program _Corporate Social Responsibility_ (CSR). Namun, kali ini, dorongan tersebut ditujukan agar program CSR memiliki dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Asep Surya Atmaja menekankan bahwa program CSR tidak boleh hanya bersifat seremonial belaka. Ia mengharapkan program-program tersebut mampu memberikan kontribusi nyata. Kontribusi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga para pekerja.
"Kami pun mendorong penguatan kolaborasi bersama dunia usaha melalui pemanfaatan program CSR yang lebih berdampak bagi masyarakat, termasuk mendukung program sosial dan pemberdayaan keluarga pekerja," jelasnya.
Ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bekasi dalam memastikan _corporate social responsibility_ benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Fokus pada kesejahteraan keluarga pekerja menjadi prioritas penting.
Dalam kesempatan yang sama, Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Musnik ke-10 PUK SPAMK FSPMI PT Aisin Indonesia. Ia memandang acara ini sebagai bagian penting dari proses demokrasi dalam organisasi pekerja yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media