News . 18/05/2026, 20:43 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi melepas kloter terakhir jemaah haji tahun 2026 menuju Tanah Suci. Pelepasan berlangsung di Gedung Wibawamukti, Cikarang Pusat, Senin (18/5/2026), dengan total 542 jemaah yang tergabung dalam Embarkasi Jakarta-Bekasi.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya peran petugas haji dalam mendampingi seluruh jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Kloter terakhir ini terdiri dari 440 jemaah yang masuk dalam Kloter 37 dan 102 jemaah lainnya tergabung di Kloter 38. Pemerintah daerah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, serta kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.
Endin Samsudin menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tidak hanya bergantung pada kesiapan jemaah, tetapi juga pada kualitas pelayanan dan pendampingan dari petugas.
Menurutnya, petugas haji memegang peranan penting untuk memastikan seluruh proses ibadah berjalan tertib dan terorganisir, terutama karena kondisi cuaca dan lingkungan di Tanah Suci berbeda dengan di Indonesia.
“Peran petugas sangat menentukan agar seluruh jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan kembali ke tanah air dalam jumlah yang sama seperti saat diberangkatkan,” katanya.
Sekda juga menitipkan pesan khusus agar seluruh petugas melakukan pemantauan menyeluruh terhadap jemaah asal Kabupaten Bekasi. Ia meminta koordinasi diperkuat agar tidak ada jemaah yang tertinggal ataupun tercecer selama rangkaian ibadah berlangsung.
“Saya titip kepada para petugas agar seluruh jamaah dipantau dengan baik, terorganisir, dan terkoordinasi. Berangkatnya 440 orang untuk Kloter 37 dan 102 orang untuk Kloter 38, maka pulangnya pun harus dalam jumlah yang sama,” tegasnya.
Selain soal koordinasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memberi perhatian terhadap kondisi kesehatan para jemaah. Endin menyebut pendampingan intensif sangat diperlukan karena banyak jemaah membutuhkan arahan saat menjalani tahapan ibadah haji.
Perbedaan suhu, aktivitas fisik yang padat, hingga lingkungan baru di Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah, terutama bagi mereka yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji.
Karena itu, ia meminta seluruh jemaah menjaga kondisi tubuh sejak keberangkatan hingga kepulangan nanti. Para jemaah juga diimbau untuk memperhatikan barang bawaan dan disiplin mengikuti arahan petugas selama berada di Arab Saudi.
“Yang paling penting, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, sehat, selamat, dan kembali ke Kabupaten Bekasi dengan predikat haji yang mabrur,” imbuhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media