Selasa, 19 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Saluran Irigasi di 13 Kecamatan Rusak, Ratusan Hektare Sawah di Karawang Terancam Krisis Air

GW
Tim Redaksi
19/05/2026, 13:37 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Saluran Irigasi di 13 Kecamatan Rusak, Ratusan Hektare Sawah di Karawang Terancam Krisis Air

Ilustrasi Sawah Kekeringan

fin.co.id - Kondisi kritis melanda lahan pertanian di Kabupaten Karawang. Ratusan hektare sawah menghadapi ancaman serius akibat rusaknya jaringan irigasi sekunder yang membentang di 64 desa dari total 13 kecamatan. Kerusakan ini berupa pendangkalan parah dan anjloknya turap, membuat aliran air irigasi tersendat dan sulit mencapai petak-petak sawah.

Mahmud, Kepala Bidang Sarana Pertanian Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Karawang, memaparkan kondisi memprihatinkan ini. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar turap irigasi mengalami ambrol, menyebabkan air tak lagi mampu mengalir optimal ke saluran tersier. Masalah ini diperparah dengan penyumbatan akibat eceng gondok dan sampah plastik yang menumpuk, kian menghambat kelancaran aliran air.

“Ada beberapa aliran sekunder yang memang butuh normalisasi dan perbaikan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk segera melakukan normalisasi irigasi agar air kembali mengalir lancar ke sawah,” ungkap Mahmud, Senin (18/5/2026). Koordinasi ini menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan pasokan air bagi sawah-sawah yang terancam.

Ancaman Kekeringan

Advertisement

Mahmud menekankan bahwa ancaman kekeringan mulai membayangi. Namun, beruntung, hujan yang masih turun hingga pertengahan Mei ini setidaknya bisa menunda datangnya kekeringan ekstrem. Ia menambahkan, perbaikan turap yang ambrol menjadi tanggung jawab penuh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) karena merupakan kewenangan mereka.

Sementara itu, Pemkab Karawang mengambil inisiatif untuk melakukan pengerukan lumpur dan pembersihan eceng gondok. Pekerjaan ini melibatkan partisipasi aktif para petani setempat, menunjukkan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat petani dalam menjaga keberlangsungan pertanian.

Menanggapi prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi El Nino Godzilla tahun ini, Mahmud menyatakan kekhawatiran tersebut tidak terlalu besar dampaknya bagi Karawang. Alasannya, curah hujan yang masih memadai hingga saat ini menjadi penopang utama. Ditambah lagi, sistem irigasi teknis yang dimiliki Karawang mampu meminimalisasi risiko kekeringan ekstrem.

Namun, harapan besar disematkan agar perbaikan saluran irigasi yang rusak segera terealisasi. Tujuannya jelas, untuk meminimalkan dampak kemarau panjang yang bisa mengancam sektor pertanian andalan Karawang.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
Penulis karawangbekasi.fin.co.id