Selasa, 19 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Waspada! Penipuan Haji dan Umrah Mengintai, Ini Modus-Modus yang Biasa Digunakan

GW
Tim Redaksi
19/05/2026, 15:22 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Waspada! Penipuan Haji dan Umrah Mengintai, Ini Modus-Modus yang Biasa Digunakan

KJRI Jeddah mengonfirmasi 19 WNI diamankan aparat Saudi terkait dugaan pelanggaran hukum selama musim haji 2026.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi mendesak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna menghindari jebakan penipuan berkedok layanan haji dan umrah.

Hingga kini, Kemenag Kabupaten Bekasi belum menyediakan fasilitas call center resmi, sehingga segala tawaran yang mengatasnamakan hal tersebut patut dicurigai. Kabupaten Bekasi tengah menghadapi ancaman serius.

Banyak pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah haji dan umrah dengan melancarkan aksi penipuan.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bekasi pun mengeluarkan peringatan keras agar seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Advertisement

Pihak Kemenag secara tegas mengimbau agar tidak mudah percaya dengan berbagai tawaran atau janji yang mengatasnamakan layanan haji dan umrah, terutama yang beredar melalui pesan singkat maupun panggilan telepon.

Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi, H. Hilman Hakim, memberikan penegasan penting.

"Perlu diketahui, hingga saat ini belum ada *call center* resmi dari Kemenag Kabupaten Bekasi," ujar H. Hilman Hakim pada Senin, (18/05/2026).

Beliau melanjutkan, "Jadi jangan mudah percaya apabila masyarakat menerima pesan atau telepon yang mengatasnamakan kantor Kemenag Kabupaten Bekasi, itu dapat dipastikan adalah penipuan."

Pernyataan ini menjadi sinyal bahaya bagi masyarakat yang sedang dalam proses merencanakan perjalanan spiritual mereka.

Penipuan ini tentu saja membuat calon jemaah haji dan umrah merasa resah dan khawatir.

Modus Licik Penipu Beragam, Data Pribadi Jadi Sasaran

Modus operandi para penipu ini ternyata sangat beragam dan terus berkembang.

Menurut H. Hilman Hakim, para pelaku kejahatan ini kerap kali memanfaatkan celah minimnya pemahaman masyarakat tentang prosedur resmi keberangkatan haji dan umrah.

Advertisement

Mereka tidak ragu menggunakan berbagai cara untuk menjerat korban.

Beberapa modus yang paling umum ditemukan meliputi pengiriman pesan singkat atau panggilan telepon yang terkesan mendesak.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
Penulis karawangbekasi.fin.co.id