Lifestyle . 17/05/2026, 09:03 WIB

Hantavirus Mengintai, Karawang Perketat Pengawasan

Penulis : Gatot Wahyu  |  Editor : Gatot Wahyu

Langkah antisipasi ini diambil sebagai respons langsung atas informasi temuan kasus di wilayah lain di Jawa Barat.

Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi warganya dari ancaman penyakit zoonosis.

Mengenal Hantavirus: Ancaman Senyap dari Tikus

Yayuk Sri Rahayu mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada.

"Masyarakat tidak perlu panik," pesannya.

Namun, kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan menjadi kunci utama pencegahan.

Ia menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit zoonosis.

Artinya, virus ini berasal dari hewan, dalam hal ini tikus, dan dapat menular ke manusia.

Penularan terjadi melalui cairan tubuh tikus, seperti urin, feses, dan air liur.

Kontak langsung dengan hewan pengerat ini memang berisiko tinggi.

Namun, bahaya tidak berhenti di situ.

Debu yang terkontaminasi kotoran tikus pun dapat menjadi media penularan virus ini.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya menjadi sangat krusial.

Secara klinis, virus ini memanifestasikan dirinya dalam dua tipe yang berbeda.

Tipe pertama adalah Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com