News . 18/05/2026, 20:36 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
- Batuk
- Sesak napas
- Penyakit kuning
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya guna menekan risiko penularan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menjelaskan bahwa Hantavirus dapat menular saat seseorang menghirup udara yang sudah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi virus.
Selain melalui udara, virus juga bisa masuk ke dalam tubuh lewat luka terbuka maupun akibat gigitan tikus.
Karena itu, warga diminta lebih disiplin menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar.
“Kami meminta warga rutin membersihkan rumah, menutup celah masuk tikus, menyimpan makanan di wadah tertutup serta menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor atau tertutup,” ujar Supria.
Supria mengungkapkan Hantavirus bukan penyakit biasa karena dapat memicu dua kondisi serius yang berpotensi mengancam nyawa.
Dua kondisi tersebut yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Dari dua kondisi itu, HPS menjadi salah satu yang paling berbahaya karena tingkat kematiannya bisa mencapai 60 persen.
Ancaman tersebut membuat pemerintah daerah memilih mengambil langkah pencegahan lebih awal meski Kabupaten Bekasi masih berstatus nihil kasus.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media