Kekeringan Mengancam Lumbung Padi, Bekasi Siaga Satu Amankan Pasokan Beras Nasional!
Mitigasi kekeringan Kabupaten Bekasi diperkuat! Dinas Pertanian petakan wilayah rawan guna cegah puso dan amankan produksi padi.<
Dinas merekomendasikan varietas unggul seperti Inpago 4, Inpago 5, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, dan Inpago 11 Agritan. Selain itu, jenis Inpari 32, Inpari 38 Tadah Hujan Agritan, hingga jenis bibit lokal juga terbukti andal melewati kondisi minim air.
Manajemen Jadwal Tanam dan Normalisasi Saluran Irigasi Dipercepat
Langkah preventif lainnya mencakup penyesuaian kalender tanam agar masa pertumbuhan vegetatif tidak berbenturan langsung dengan puncak musim kemarau. Para penyuluh pertanian meminta petani mengikuti prediksi iklim dari lembaga resmi agar terhindar dari kerugian modal.
Pemkab Bekasi juga mendesak instansi terkait untuk mempercepat proyek normalisasi parit serta membangun infrastruktur perpipaan baru. Jaringan pipa ini akan menyedot air dari tumpuan air terdekat untuk disalurkan langsung ke pusat-pusat sawah yang kritis.
Pemerintah Dorong Program Asuransi AUTP Sebagai Tameng Finansial
Sebagai perlindungan finansial terakhir, dinas terkait mengimbau seluruh komunitas tani untuk segera mendaftarkan lahan mereka ke program proteksi resmi. Skema asuransi ini menjadi jaring pengaman agar modal kerja petani tidak hangus saat bencana alam melanda.
"Kami juga mengimbau petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko gagal panen akibat bencana alam maupun perubahan iklim," ucap Dodo mengakhiri keterangannya.
Otoritas berharap produktivitas pertanian tetap kokoh mengingat Kabupaten Bekasi memegang predikat sebagai penopang ketahanan pangan utama di Jawa Barat. Rapor tahun 2025 mencatat produksi padi di Bekasi menembus 500.188,91 ton Gabah Kering Giling (GKG), berhasil melewati target awal sebesar 500.000 ton. (*)