Lifestyle
Follow
(Salah seorang dari para pemuda itu berkata kepada yang lain,) “Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia. Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang jelas (tentang kepercayaan mereka)? Maka, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?
wa idzi‘tazaltumûhum wa mâ ya‘budûna illallâha fa'wû ilal-kahfi yansyur lakum rabbukum mir raḫmatihî wa yuhayyi' lakum min amrikum mirfaqâ
Karena kamu juga telah meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka berlindunglah ke dalam gua itu. (Dengan demikian,) niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan bagimu sesuatu yang berguna bagi urusanmu.”
wa tarasy-syamsa idzâ thala‘at tazâwaru ‘ang kahfihim dzâtal-yamîni wa idzâ gharabat taqridluhum dzâtasy-syimâli wa hum fî fajwatim min-h, dzâlika min âyâtillâh, may yahdillâhu fa huwal-muhtadi wa may yudllil fa lan tajida lahû waliyyam mursyidâ
Engkau akan melihat matahari yang ketika terbit condong ke sebelah kanan dari gua mereka dan yang ketika terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada di tempat yang luas di dalamnya (gua itu). Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Siapa yang Allah memberinya petunjuk, dialah yang mendapat petunjuk. Siapa yang Dia sesatkan, engkau tidak akan menemukan seorang penolong pun yang dapat memberinya petunjuk.
wa taḫsabuhum aiqâdhaw wa hum ruqûduw wa nuqallibuhum dzâtal-yamîni wa dzâtasy-syimâli wa kalbuhum bâsithun dzirâ‘aihi bil-washîd, lawiththala‘ta ‘alaihim lawallaita min-hum firâraw wa lamuli'ta min-hum ru‘bâ
Engkau mengira mereka terjaga, padahal mereka tidur. Kami membolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedangkan anjing mereka membentangkan kedua kaki depannya di muka pintu gua. Seandainya menyaksikan mereka, tentu engkau akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka.
wa kadzâlika ba‘atsnâhum liyatasâ'alû bainahum, qâla qâ'ilum min-hum kam labitstum, qâlû labitsnâ yauman au ba‘dla yaûm, qâlû rabbukum a‘lamu bimâ labitstum, fab‘atsû aḫadakum biwariqikum hâdzihî ilal-madînati falyandhur ayyuhâ azkâ tha‘âman falya'tikum birizqim min-hu walyatalaththaf wa lâ yusy‘iranna bikum aḫadâ
Demikianlah, Kami membangunkan mereka agar saling bertanya di antara mereka (sendiri). Salah seorang di antara mereka berkata, “Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?” Mereka menjawab, “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Mereka (yang lain lagi) berkata, “Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka, utuslah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini. Hendaklah dia melihat manakah makanan yang lebih baik, lalu membawa sebagian makanan itu untukmu. Hendaklah pula dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali memberitahukan keadaanmu kepada siapa pun.
innahum iy yadh-harû ‘alaikum yarjumûkum au yu‘îdûkum fî millatihim wa lan tufliḫû idzan abadâ
Sesungguhnya jika mereka (mengetahui dan) menangkapmu, niscaya mereka akan melemparimu dengan batu atau memaksamu kembali kepada agama mereka. Jika demikian, niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya.”
wa kadzâlika a‘tsarnâ ‘alaihim liya‘lamû anna wa‘dallâhi ḫaqquw wa annas-sâ‘ata lâ raiba fîhâ, idz yatanâza‘ûna bainahum amrahum fa qâlubnû ‘alaihim bun-yânâ, rabbuhum a‘lamu bihim, qâlalladzîna ghalabû ‘alâ amrihim lanattakhidzanna ‘alaihim masjidâ
Demikian (pula) Kami perlihatkan (penduduk negeri) kepada mereka agar mengetahui bahwa janji Allah benar dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. (Hal itu terjadi) ketika mereka (penduduk negeri) berselisih tentang urusan (penghuni gua). Kemudian mereka berkata, “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua itu). Tuhannya lebih mengetahui (keadaan) mereka (penghuni gua).” Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Kami pasti akan mendirikan sebuah masjid di atasnya.”
sayaqûlûna tsalâtsatur râbi‘uhum kalbuhum, wa yaqûlûna khamsatun sâdisuhum kalbuhum rajmam bil-ghaîb, wa yaqûlûna sab‘atuw wa tsâminuhum kalbuhum, qur rabbî a‘lamu bi‘iddatihim mâ ya‘lamuhum illâ qalîl, fa lâ tumâri fîhim illâ mirâ'an dhâhiraw wa lâ tastafti fîhim min-hum aḫadâ
Kelak (sebagian orang) mengatakan, “(Jumlah mereka) tiga (orang). Yang keempat adalah anjingnya.” (Sebagian lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima (orang). Yang keenam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap yang gaib. (Sebagian lain lagi) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh (orang). Yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka. Tidak ada yang mengetahui (jumlah) mereka kecuali sedikit.” Oleh karena itu, janganlah engkau (Nabi Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan yang jelas-jelas saja (ringan). Janganlah engkau minta penjelasan tentang mereka (penghuni gua itu) kepada siapa pun dari mereka (Ahlulkitab).
Sederet Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Lengkap dengan Waktu dan Manfaatnya
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Ilustrasi (net)