Lifestyle
Follow
Sesungguhnya mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, Kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan perbuatan baik.
ulâ'ika lahum jannâtu ‘adnin tajrî min taḫtihimul-an-hâru yuḫallauna fîhâ min asâwira min dzahabiw wa yalbasûna tsiyâban khudlram min sundusiw wa istabraqim muttaki'îna fîhâ ‘alal-arâ'ik, ni‘mats-tsawâb, wa ḫasunat murtafaqâ
Mereka itulah yang memperoleh surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (Dalam surga itu) mereka diberi hiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal. Mereka duduk-duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. (Itulah) sebaik-baik pahala dan tempat istirahat yang indah.
wadlrib lahum matsalar rajulaini ja‘alnâ li'aḫadihimâ jannataini min a‘nâbiw wa ḫafafnâhumâ binakhliw wa ja‘alnâ bainahumâ zar‘â
Berikanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, yaitu dua orang laki-laki. Kami berikan kepada salah satunya (yang kufur) dua kebun anggur. Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon kurma dan Kami buatkan ladang di antara kedua (kebun) itu.
kiltal-jannataini âtat ukulahâ wa lam tadhlim min-hu syai'aw wa fajjarnâ khilâlahumâ naharâ
Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun. Kami pun alirkan sungai dengan deras di celah-celah kedua (kebun) itu.
wa kâna lahû tsamar, fa qâla lishâḫibihî wa huwa yuḫâwiruhû ana aktsaru mingka mâlaw wa a‘azzu nafarâ
Dia (orang kafir itu) juga memiliki kekayaan besar. Dia lalu berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengannya, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”
wa dakhala jannatahû wa huwa dhâlimul linafsih, qâla mâ adhunnu an tabîda hâdzihî abadâ
Dia memasuki kebunnya dengan sikap menzalimi dirinya sendiri (karena angkuh dan kufur). Dia berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,
wa mâ adhunnus-sâ‘ata qâ'imataw wa la'ir rudittu ilâ rabbî la'ajidanna khairam min-hâ mungqalabâ
aku kira hari Kiamat tidak akan datang dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini.”
qâla lahû shâḫibuhû wa huwa yuḫâwiruhû a kafarta billadzî khalaqaka min turâbin tsumma min nuthfatin tsumma sawwâka rajulâ
Kawannya (yang beriman) berkata kepadanya ketika bercakap-cakap dengannya, “Apakah engkau ingkar kepada (Tuhan) yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna?
Sederet Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Lengkap dengan Waktu dan Manfaatnya
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Ilustrasi (net)