Lifestyle
Follow
wa laqad sharrafnâ fî hâdzal-qur'âni lin-nâsi ming kulli matsal, wa kânal-insânu aktsara syai'in jadalâ
Sungguh, Kami telah menjelaskan segala perumpamaan dengan berbagai macam cara dan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini. Akan tetapi, manusia adalah (makhluk) yang paling banyak membantah.
wa mâ mana‘an-nâsa ay yu'minû idz jâ'ahumul-hudâ wa yastaghfirû rabbahum illâ an ta'tiyahum sunnatul-awwalîna au ya'tiyahumul-‘adzâbu qubulâ
Tidak ada yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan untuk memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali akan datang kepada mereka ketetapan (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datang kepada mereka azab yang nyata.
wa mâ nursilul-mursalîna illâ mubasysyirîna wa mundzirîn, wa yujâdilulladzîna kafarû bil-bâthili liyud-ḫidlû bihil-ḫaqqa wattakhadzû âyâtî wa mâ undzirû huzuwâ
Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. (Akan tetapi,) orang-orang yang kufur membantah dengan (cara) yang batil agar dengan itu mereka dapat melenyapkan sesuatu yang hak (kebenaran). Mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olok.
wa man adhlamu mim man dzukkira bi'âyâti rabbihî fa a‘radla ‘an-hâ wa nasiya mâ qaddamat yadâh, innâ ja‘alnâ ‘alâ qulûbihim akinnatan ay yafqahûhu wa fî âdzânihim waqrâ, wa in tad‘uhum ilal-hudâ fa lay yahtadû idzan abadâ
Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan penutup pada hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (meletakkan pula) sumbatan di telinga mereka. (Dengan demikian,) kendatipun engkau (Nabi Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya.
wa rabbukal-ghafûru dzur-raḫmah, lau yu'âkhidzuhum bimâ kasabû la‘ajjala lahumul-‘adzâb, bal lahum mau‘idul lay yajidû min dûnihî mau'ilâ
Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Pemilik rahmat. Seandainya Dia hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan siksa bagi mereka. Akan tetapi, bagi mereka ada waktu (untuk mendapat siksa) yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung selain-Nya.
wa tilkal-qurâ ahlaknâhum lammâ dhalamû wa ja‘alnâ limahlikihim mau‘idâ
(Penduduk) negeri-negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim dan telah Kami tetapkan waktu bagi kebinasaan mereka.
wa idz qâla mûsâ lifatâhu lâ abraḫu ḫattâ ablugha majma‘al-baḫraini au amdliya ḫuqubâ
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.”
fa lammâ balaghâ majma‘a bainihimâ nasiyâ ḫûtahumâ fattakhadza sabîlahû fil-baḫri sarabâ
Sederet Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Lengkap dengan Waktu dan Manfaatnya
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Ilustrasi (net)