Jumat, 19 Juni 2026
--°C --
-- · --
Lifestyle

Sederet Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Lengkap dengan Waktu dan Manfaatnya

GW
Tim Redaksi
19/06/2026, 07:02 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Sederet Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Lengkap dengan Waktu dan Manfaatnya

Ilustrasi (net)

Ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut, mereka lupa ikannya, lalu (ikan mereka) melompat mengambil jalan ke laut itu.

فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتٰىهُ اٰتِنَا غَدَاۤءَنَاۖ لَقَدْ لَقِيْنَا مِنْ سَفَرِنَا هٰذَا نَصَبًا ۝٦٢

fa lammâ jâwazâ qâla lifatâhu âtinâ ghadâ'anâ laqad laqînâ min safarinâ hâdzâ nashabâ

Ketika mereka telah melewati (tempat itu), Musa berkata kepada pembantunya, “Bawalah kemari makanan kita. Sungguh, kita benar-benar telah merasa letih karena perjalanan kita ini.”

قَالَ اَرَاَيْتَ اِذْ اَوَيْنَآ اِلَى الصَّخْرَةِ فَاِنِّيْ نَسِيْتُ الْحُوْتَۖ وَمَآ اَنْسٰىنِيْهُ اِلَّا الشَّيْطٰنُ اَنْ اَذْكُرَهٗۚ وَاتَّخَذَ سَبِيْلَهٗ فِى الْبَحْرِ عَجَبًا ۝٦٣

qâla a ra'aita idz awainâ ilash-shakhrati fa innî nasîtul-ḫûta wa mâ ansânîhu illasy-syaithânu an adzkurah, wattakhadza sabîlahû fil-baḫri ‘ajabâ

Dia (pembantunya) menjawab, “Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, sesungguhnya aku lupa (bercerita tentang) ikan itu dan tidak ada yang membuatku lupa untuk mengingatnya, kecuali setan. (Ikan) itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh.”

قَالَ ذٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِۖ فَارْتَدَّا عَلٰٓى اٰثَارِهِمَا قَصَصًاۙ ۝٦٤

qâla dzâlika mâ kunnâ nabghi fartaddâ ‘alâ âtsârihimâ qashashâ

Dia (Musa) berkata, “Itulah yang kita cari.” Lalu keduanya kembali dan menyusuri jejak mereka semula.

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ اٰتَيْنٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّا عِلْمًا ۝٦٥

fa wajadâ ‘abdam min ‘ibâdinâ âtainâhu raḫmatam min ‘indinâ wa ‘allamnâhu mil ladunnâ ‘ilmâ

Lalu, mereka berdua bertemu dengan seorang dari hamba-hamba Kami yang telah Kami anugerahi rahmat kepadanya dari sisi Kami. Kami telah mengajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.

قَالَ لَهٗ مُوسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا ۝٦٦

qâla lahû mûsâ hal attabi‘uka ‘alâ an tu‘allimani mimmâ ‘ullimta rusydâ

Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) dari apa yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?”

قَالَ اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا ۝٦٧

qâla innaka lan tastathî‘a ma‘iya shabrâ

Dia menjawab, “Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup bersabar bersamaku.

وَكَيْفَ تَصْبِرُ عَلٰى مَا لَمْ تُحِطْ بِهٖ خُبْرًا ۝٦٨

wa kaifa tashbiru ‘alâ mâ lam tuḫith bihî khubrâ

Bagaimana engkau akan sanggup bersabar atas sesuatu yang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentangnya?”

قَالَ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ صَابِرًا وَّلَآ اَعْصِيْ لَكَ اَمْرًا ۝٦٩

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
FIN Biro Karawang Bekasi