Selasa, 19 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Kucurkan Rp224 Juta Pulangkan Warga Karawang dari Libya, Begini Komentar Kang Dedi

GW
Tim Redaksi
17/05/2026, 16:14 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Kucurkan Rp224 Juta Pulangkan Warga Karawang  dari Libya, Begini Komentar Kang Dedi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM). Foto: Fajar Ilman

fin.co.id - Seorang warga Karawang yang terjebak dalam masalah keimigrasian di Tripoli, Libya, akhirnya bisa pulang ke tanah air.

Bukan cuma sekadar dipulangkan, tapi seluruh biaya yang dibutuhkan, mulai dari denda kelebihan izin tinggal hingga ongkos kepulangan, sebesar Rp224,7 juta itu ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Benar-benar sebuah langkah penyelamatan yang patut diacungi jempol!

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memastikan langsung bahwa semua dana telah disiapkan agar warganya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.

"Kami harus membayar denda, kelebihan izin tinggal di Tripoli, serta biaya untuk pemulangan. Semuanya Rp224.700.000 dan kami sudah menyiapkan uang tersebut," jelas Dedi Mulyadi, seperti dilansir dari prfmnews.id melalui akun Instagram @Dedimulyadi71 pada Jumat, 15 Mei 2026.

Advertisement

Langkah Pemprov Jabar ini menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi warganya, bahkan yang berada di luar negeri sekalipun. Tentu saja, ini menjadi momen krusial untuk mengingatkan kita semua.

Kisah Pilu di Tripoli dan Solusi Pemprov Jabar

Perjalanan warga Karawang ini ke Tripoli rupanya tidak berjalan mulus. Ia terlilit masalah keimigrasian, sebuah situasi yang pasti sangat mencekam bagi siapa pun yang mengalaminya jauh dari rumah.

Untungnya, Pemprov Jabar tidak tinggal diam. Mereka sigap mengambil tindakan dan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk memfasilitasi kepulangan warganya. Nominal Rp224,7 juta itu bukan angka yang kecil, dan kesediaan Pemprov Jabar untuk menanggungnya menunjukkan prioritas mereka terhadap keselamatan dan kesejahteraan warganya.

Gubernur Dedi Mulyadi berharap proses kepulangan ini berjalan lancar tanpa hambatan. Namun, ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab atas keberangkatan ilegal tersebut tidak akan luput dari penelusuran.

"Pihak yang bertanggung jawab, pihak sponsornya kami akan cari dan kami akan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegasnya.

Pernyataan ini penting untuk memberikan efek jera dan memastikan tidak ada lagi pihak yang bermain-main dengan nasib orang lain demi keuntungan pribadi. Ini adalah sebuah peringatan keras bagi para calo atau pihak yang memfasilitasi keberangkatan ilegal.

Peringatan Keras: Hindari Jalur Ilegal ke Luar Negeri!

Kasus ini seharusnya menjadi lonceng peringatan bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Jawa Barat. Pergi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan atau peluang lain memang impian banyak orang, namun impian itu harus diraih dengan cara yang benar dan aman.

Advertisement

"Juga saya sampaikan pada seluruh warga Jawa Barat, tidak boleh lagi pergi ke luar negeri secara ilegal yang pada akhirnya menyusahkan banyak pihak," ujar Dedi Mulyadi dengan tegas.

Pergi secara ilegal memang terlihat seperti jalan pintas yang mudah dan cepat. Namun, dampaknya bisa sangat mengerikan. Mulai dari ancaman deportasi, eksploitasi, hingga masalah hukum yang tidak kunjung selesai, seperti yang dialami oleh warga Karawang ini.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
Penulis karawangbekasi.fin.co.id