Selasa, 19 Mei 2026
--°C --
-- · --
News

Air Kali Rawalumbu Bekasi Berubah Jadi Biru, Ini Kata DLH

GW
Tim Redaksi
18/05/2026, 15:50 WIB
Bagikan
Saluran WhatsApp Resmi karawangbekasi.fin.co.id
Dapatkan berita terupdate langsung di WhatsApp
Follow
Air Kali Rawalumbu Bekasi Berubah Jadi Biru, Ini Kata DLH

Penampakan air Kali Rawalumbu berubah biru (warga)

fin.co.id - Kota Bekasi geger! Aliran kali di Bojong Rawalumbu mendadak berubah warna jadi biru pekat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi segera bergerak cepat mengambil sampel air. Mereka ingin memastikan apakah ada pencemaran limbah berbahaya yang mengancam warga.

Suasana di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, mendadak tegang pada Senin (18/5/2026). Aliran kali di wilayah Bojong Rawalumbu, tepatnya di sepanjang Jembatan Rawalumbu, berubah warna menjadi biru pekat.

Fenomena tak biasa ini sontak memicu kekhawatiran warga akan adanya pencemaran limbah. Menanggapi keresahan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi tidak tinggal diam. Mereka sigap menurunkan tim ahli untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina Triwardani, membenarkan langkah ini.

Advertisement

"Pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi," ujar Wulan kepada media melalui pesan WhatsApp.

Bahkan, tim UPTD Laboratorium sudah melakukan uji kualitas air di Kali Jembatan 7 Bojong Rawalumbu. Selain itu, tim Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPLH) juga diterjunkan untuk melakukan verifikasi lapangan.

Semua ini dilakukan demi mengungkap fakta di balik perubahan warna air yang mencurigakan.

Proses investigasi DLH Kota Bekasi pun membuahkan hasil awal.

Berdasarkan pemeriksaan parameter lapangan, beberapa indikator dasar kualitas air ternyata masih berada dalam kategori normal.

Tingkat keasaman (pH) air tercatat 7,54, yang berarti kondisi air masih dalam keadaan netral.

Suhu air pun terpantau di angka 30 derajat Celsius.

Kadar oksigen terlarut (DO) sebesar 4,5 mg/L juga masih dianggap memadai.

Nilai daya hantar listrik (DHL) tercatat 644,35 µS, ini mengindikasikan adanya kandungan zat terlarut dalam air.

Advertisement

Sementara itu, kadar klorin bebas ditemukan sebesar 0,08 mg/L.

Meskipun begitu, DLH menegaskan bahwa temuan ini belum cukup untuk mengabaikan fenomena perubahan warna air.

Bagikan Artikel
Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis
Penulis karawangbekasi.fin.co.id